Senin, 11 Maret 2013

Sepucuk Surat untuk Calon Imam_ku

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Dear untuk calon Imam_ku . .. .. ..
 Apa kabarnya imanmu hari ini?Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur?Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?


Chayank . .. .. ..
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?Di sini aku di tempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik. Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku, Bagian terapuh diriku ?Namun kini aku tahu jawabnya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya dan kembali mencintai-Nya.Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bersatu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu.


Chayank . .. .. .. 
Aku pun yakin Allah juga mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku.
Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid serta imam yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu”. Apa yang kuharapkan darimu hanyalah ke-shalihan.Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati. Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu..

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang sholeh.Seperti yang lain-nya ,dalam cinta selalu hadir Rasa Cemburu .Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu. Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi.Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Terhulur do’aku untukmu selalu…Agar Allah memudahkan jalanmu Tuk menjemputku sebagai takdirmu. Semoga Allah Selalu Menjagamu, agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, meski hanya seujung kuku. Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..Seperti hal nya aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu.

Wassalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Cintaku untukmu ;) 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar