Rabu, 13 Maret 2013

Info IBU HAMIL

Reaksi Pria Ketika Pasangannya Hamil

Bagaimana perasaan Anda saat mengetahui diri Anda hamil? Sulit digambarkan, antara bahagia, surprise, deg-degan, juga sedikit khawatir. Ada yang mulas membayangkan akan mengalami mual-muntah, ngidam, perut kembung, atau mood swing. Nah, bagaimana bila hal yang sudah cukup buruk (tetapi menyenangkan) ini masih ditambah dengan menghadapi suami yang mendadak juga terlihat berbeda?

Mungkin Anda tak menyadari, namun banyak pria yang ikut gelisah ketika mendapati sang istri hamil. Dalam bukunya, The Male Brain: A Breakthrough Understanding of How Men and Boys Think, Dr Louann Brizendine -seorang neuro-psychiatrist- mengatakan, banyak hal yang terjadi pada pria selama kehamilan istrinya. Selama sembilan bulan kehamilan, perubahan yang dialami pria untuk menjadi ayah "dimeriahkan" dengan berbagai situasi hormonal, emosional, dan fisik. Bukan hanya Anda yang tidak mengetahuinya, pria pun mungkin tak menyadarinya.

Berdasarkan pengamatan baru Brizendine ke dalam liku-liku dan keanehan otak pria ini, terungkap beberapa hal yang terjadi pada pria ketika pasangannya sedang hamil. Anda mungkin pernah melihat beberapa di antaranya:

Mereka stres
Ketika pertama kali mendengar bahwa Anda hamil, ia mungkin akan ikut excited. Namun setelah sadar apa yang akan dihadapi, ketegangan pun mulai dirasakannya. Untunglah hal ini tak akan berlangsung lama. Perasaan gelisah atau tertekan itu berada pada puncaknya di 6-8 minggu pertama. Hal ini disebabkan pria baru melihat tanda-tanda kehamilan itu belakangan.

"Saat memprogram kehamilan, perempuan biasanya lebih aktif mengamati tanda-tanda dan gejalanya sepanjang waktu," kata Dr Brizendine. "Mereka akan memeriksa payudara, apakah menjadi lebih besar, atau biasanya memang sesakit ini? Mereka mengingat-ingat apa yang mereka makan atau minum, dan merasa khawatir setiap kali ke kamar mandi."

Ketika pria mendapati pasangannya hamil, mereka sebenarnya sudah siap masuk ke dalam proses transisi yang besar. Awalnya mereka merasa excited, namun ketika mulai menghadapi kenyataan sebenarnya, perasaan senang berganti menjadi gelisah. Perasaan ini mulai berkurang begitu hormon-hormon barunya muncul.

Hormon-hormonnya berfluktuasi
Bukan hanya hormon perempuan yang bergolak ketika dirinya hamil, tetapi juga hormon pasangannya. Hormon estrogen dan progesteron ibu hamil meningkat tiga kali lipat, dan hal ini juga mempengaruhi hormon si calon bapak. Sejumlah pheromone yang keluar dari kelenjar keringat si ibu menyebabkan kadar testosteron pria menurun, dan kadar prolaktinnya meningkat. Situasi hormonal ini akan mendorong insting kebapakannya. Jika otak bocah laki-laki berubah menjadi otak dewasa saat pubertas, otak pria secara perlahan berubah menjadi otak ayah selama kehamilan istrinya.

Ikut mengalami mual-muntah
Ada beberapa pria yang berat badannya ikut naik ketika istri mereka hamil, dan ada juga yang mengalami gejala-gejala kehamilan seperti yang dialami sang istri. Hal ini biasanya diawali pada akhir trimester pertama, namun dapat berlanjut sepanjang kehamilan berlangsung. Bersamaan dengan penambahan berat badan, beberapa pria juga terlihat menampakkan gejala-gejala seperti mual dan muntah. Tak ada yang bisa Anda lakukan saat itu, kecuali berbagi makanan untuk mengurangi rasa mualnya.

Ia mendengarkan
Tampaknya ia tidak menaruh perhatian pada apapun yang Anda katakan (seperti biasanya), namun pusat pendengarannya saat ini berubah, untuk bersiap mendengarkan tangisan-tangisan di tengah malam nantinya. Alam tampaknya mempersiapkan diri kita secara natural; ketika bayi membutuhkan perhatian penuh, maka otak orangtuanya pun di-"set" dalam kewaspadaan tinggi. Memang para ibu baru masih mendengarkan dengan lebih baik ketimbang pasangannya, namun setidaknya kecenderungan mendengar pada pria juga mulai tumbuh.

Ia jatuh cinta
Meskipun pria secara fisik tidak terkoneksi dengan bayi di dalam kandungan, mereka pun sedang dipersiapkan untuk menciptakan ikatan biologis dan menumbuhkan cinta yang intens terhadap si bayi. Bersamaan dengan fungsi pendengarannya yang semakin sensitif, seluruh inderanya pun meningkat, seolah ia sedang jatuh cinta lagi. Sensitivitas baru ini dimulai sebelum bayi dilahirkan, namun intensitasnya meningkat secara dramatis begitu pria menatap wajah malaikat kecilnya saat pertama kali hadir di dunia, dan menyentuh kulitnya. Dr Brizendine mengungkapkan, "Otak yang sama, yang sebelumnya terserap saat menonton pertandingan bola, dapat menjadi terserap dengan hadirnya si bayi."

Sinkronisasi ayah-anak
Bila ibu dan anak berada dalam ritme yang sama, hal itu sudah biasa. Namun kombinasi hormon dan sentuhan fisik dengan si bayi memungkinkan sang ayah membangun sinkronisasi antara dirinya dengan anak. "Untuk memastikan bahwa hal ini terjadi, para ibu harus membiarkan suami mereka ikut berperan walaupun sedikit," saran Dr Brizendine. Biarkan si ayah baru ini membantu, dalam pengawasan Anda tentunya. Namun penelitian juga menunjukkan bahwa para ayah akan berperilaku secara berbeda ketika istri mereka memperhatikan atau tidak. Insting pria pun mulai tumbuh, dan sebaiknya Anda memberi kesempatan padanya untuk berkembang.

10 Tanda Awal Kehamilan
1. Napas pendek
Bila kegiatan berjalan kaki yang rutin Anda lakukan dari tempat parkir ke kantor kini malah membuat Anda terengah-engah, bisa jadi ini tanda Anda sedang hamil. Janin yang sedang tumbuh memerlukan oksigen sehingga jatah oksigen Anda berkurang. Hal ini akan terus berlanjut sepanjang kehamilan.

2. Payudara bengkak
Payudara yang semakin bengkak dan terasa lebih lembut, warna aerola yang semakin gelap, serta guratan pembuluh darah yang timbul merupakan tanda awal kehamilan.

3. Kelelahan
Jika Anda mendadak merasa mudah lelah, mungkin itu merupakan respon pada peningkatan hormon di dalam tubuh. Pada kebanyakan wanita, rasa kelelahan ini biasanya dialami di tri semester pertama kehamilan.

4.Mual
Kebanyakan wanita mengalami gejala mual-mual pada usia kehamilan 6 minggu, tetapi ada juga yang mengalaminya lebih awal.

5. Sering buang air kecil
Tidur nyenyak Anda belakangan ini sering terganggu karena harus sering bangun untuk buang air kecil? Bisa jadi ini tanda kehamilan karena saat berbadan dua tubuh menghasilkan ekstra cairan sehingga kandung kemih bekerja lebih keras dan Anda merasa terus ingin buang air kecil.

6. Sakit kepala
Tak sedikit wanita yang mengeluhkan sakit kepala di awal kehamilan. Ini merupakan akibat dari perubahan hormon. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih obat pereda nyeri yang dikonsumsi.

7. Kram perut
Apakah kram perut yang diderita akibat PMS atau kehamilan? Agak sulit dipastikan, tetapi gejala kram perut juga bisa jadi pertanda rahim melebar untuk menyiapkan tempat bagi pertumbuhan bayi.


8. Sembelit dan kembung
Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan bisa menyebabkan sistem pencernaan melambat yang berakibat pada kesulitan buang air besar dan perut terasa kembung.

9. Perubahan mood
Merasa lebih moody beberapa hari ini? Perubahan emosi yang terjadi bisa jadi disebabkan perubahan hormon karena tubuh sedang beradaptasi dengan hormon yang baru.


10. Indra penciuman lebih sensitif
Banyak wanita yang merasakan indra penciumannya lebih sensitif pada bau di masa awal kehamilan.

Nikmati Kehamilan Anda, Usir Kekhawatiran Ini!

Kondisi psikis ibu hamil perlu dijaga dengan baik, dengan memastikan emosi tetap stabil. Bayi-bayi yang terlahir dari ibu yang emosinya stabil cenderung memiliki kemampuan mental dan motorik lebih baik. Tetapi jika ibu mengalami fluktuasi emosi, misalnya karena depresi, maka kemampuan bayi pun terganggu.

Inilah sejumlah kekhawatiran yang kerap dialami ibu hamil. Segera sadari jika Anda merasa mengalaminya, dan segera atasi agar Anda lebih tenang dan nyaman menjalani kehamilan hingga persalinan.

* Jangan stres jika Anda tak dapat menuntaskan tugas seperti yang terdaftar dalam rencana kerja harian Anda. Bayi dalam kandungan Anda takkan tahu apakah pekerjaan sudah selesai atau belum, tapi ia akan merasakannya jika ibu cenderung emosi menanggapinya.
* Tak perlu merasa bersalah jika Anda tak mengikuti semua saran atau nasihat seputar kehamilan yang diberikan orang lain termasuk rekan kerja Anda. Ingatlah, setiap kehamilan itu berbeda.
* Percayalah, setiap masalah pasti ada solusi. Terbukalah untuk mengungkapkan berbagai masalah yang Anda hadapi selama kehamilan kepada orang dekat. Jangan pernah sungkan berbicara kepada suami, dokter kandungan dan bidan.
* Jangan pernah terganggu apalagi stres dengan penampilan Anda selama hamil. Percayalah, Anda cantik saat hamil, dengan mengandung bayi dalam perut Anda, ini adalah pencapaian terindah bagi seorang perempuan.
* Percaya pada dokter kandungan Anda dan biarkan ia melakukan pekerjaannya, dengan mengikuti rekomendasi yang diberikannya. Jika Anda kurang merasa nyaman dengan dokter kandungan tersebut, segera cari solusi, cari dokter baru. Anda tak perlu merasa sungkan untuk membicarakan berbagai masalah atau keluhan kepada tenaga medis.
* Tak perlu stres dengan masa sulit yang Anda alami dalam hubungan berpasangan. Kehadiran bayi, terutama di masa awal pertumbuhan, justru menjadi ujian untuk menguatkan hubungan berpasangan.
* Tak perlu stres dengan makanan atau berat badan. Jangan sampai kecemasan menguasai diri Anda. Saat Anda ingin makan es krim, nikmati saja sebagai reward untuk diri sendiri.
* Tak perlu risau dengan berbagai pendapat di keluarga Anda, termasuk ibu mertua, dengarkan saja namun bukan berarti mereka tahu segalanya.
* Tak perlu terlalu khawatir dengan kondisi lingkungan di sekitar Anda yang dirasa bisa membahayakan kondisi bayi. Seperti berdiri terlalu dekat dengan microwave dan sebagainya. Buktinya, sebagian besar bayi lahir sehat.
* Tak perlu terlalu mengkhawatirkan persalinan. Edukasi diri sendiri agar Anda memiliki informasi yang benar dan tepat sebelum membuat keputusan. Wajar saja jika merasa gugup, saat merasakan ini tarik nafas panjang dan berserahlah. Melahirkan tak seburuk seperti yang Anda bayangkan, camkan ini dalam diri.
* Tak perlu stres dengan anggapan bayi "betah" di dalam kandungan. Bisa jadi ia sebenarnya ingin segera keluar dan merasa lebih nyaman di lingkungan barunya dengan pelukan orangtuanya.
* Jangan terlalu merisaukan berbagai keluhan kecil yang Anda alami.
* Usahakan untuk tak terbawa dengan berbagai komentar buruk yang membuat Anda kesal. Jika ada pendapat yang cenderung menghakimi Anda, lakukan konfirmasi dengan dokter kandungan Anda. Lebih baik fokuskan pikiran Anda kepada pandangan orang yang memang ahli di bidangnya.
* Tak ada salahnya bertanya, dan jangan pernah menganggap pertanyaan Anda sekecil apa pun adalah pertanyaan bodoh. Menjadi ibu untuk pertama kalinya merupakan pengalaman unik. Setiap perempuan hanya akan mengetahui bagaimana rasanya dengan menjalaninya.
* Tak apa jika Anda belum melengkapi semua kebutuhan bayi saat ia lahir. Anda bisa menambah pelan-pelan semua kebutuhannya secara bertahap.
* Bersikap menerima terhadap berbagai masalah fisik yang Anda hadapi, seperti sakit punggung, kurang tidur, suasana hati mudah berubah saat hamil. Dengan menerima, Anda akan merasakan bahwa semua hal tersebut sebagai kewajaran dan tak merasa terganggu olehnya.
* Jika Anda khawatir apakah bisa menjadi ibu yang baik atau tidak, jangan dibuat stres karenanya. Pikiran seperti ini justru menunjukkan Anda adalah ibu yang peduli, namun jangan sampai Anda dibuat stres karenanya. Anda adalah ibu yang baik untuk anak-anak Anda.
* Tak perlu membebani diri dengan kesalahan kecil yang Anda buat saat merawat bayi. Ini adalah pengalaman pertama Anda. Kuncinya adalah Anda perlu lebih ekstra hati-hati, selama Anda merawatnya dengan cinta kasih, Anda takkan menyakitinya dengan kesalahan kecil. Perlahan, Anda juga mulai terbiasa dengan rutinitas merawat bayi baru lahir.
* Kehamilan merupakan masa menyenangkan, camkan ini. Jangan terlalu terbebani dengan berbagai aturan ibu hamil. Jika Anda tak sengaja memakan makanan yang tak terjamin kebersihannya, tak perlu terlalu mengkhawatirkan dampaknya. Lihat saja para ibu kita, mereka lebih longgar menerapkan aturan selama kehamilan, tapi kita lahir dengan normal, kan?


Orang Ngidam karena Kekurangan Mineral Tertentu


Ngidam ternyata tak cuma dialami ibu hamil. Biasanya kita pun akan merasakan keinginan yang kuat untuk memakan makanan tertentu. Jadi, keinginan ini menjadi semacam ngidam kecil-kecilan.

Namun, ngidam ternyata tidak sekadar menyangkut indera pengecap, tetapi juga menunjukkan makna yang lebih dalam. Menurut Alan R. Hirsch, MD, kepala Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago," Ngidam memiliki komponen fisik, dan memberikan suatu pemahaman mengenai siapa diri kita."

Dokter yang juga menulis buku What Flavor Is Your Personality? ini telah mempelajari soal ngidam, pilihan makanan, dan kepribadian pelakunya, terhadap lebih dari 18.000 orang selama 25 tahun. Anda ingin tahu hasil penemuannya?

Makanan gurih
Pernah kan, tiba-tiba Anda merasa ingin mengunyah snack seperti kentang goreng atau keripik? Hal ini sebenarnya menandakan Anda kekurangan mineral. Wanita yang mengonsumsi makanan yang rendah kalsium akan lebih menginginkan makanan gurih daripada yang mendapatkan cukup asupan pembangun tulang ini, demikian pendapat Michael Tordoff, PhD, peneliti Monell Chemical Senses Center dise Philadelphia, sebuah institut yang mempelajari rasa dan penciuman. Sodium meningkatkan kadar kalsium di dalam darah untuk sementara, yang membuat tubuh mengira masalah sudah teratasi. Namun pada saat yang sama Anda mungkin juga kekurangan mineral lainnya. Dalam eksperimen pada hewan, peneliti pendapati bahwa kekurangan potasium, kalsium, dan zat besi, menyebabkan subjek percobaannya ingin mengonsumsi garam meja.

Menurut Hirsch, orang yang menyukai makanan yang gurih-gurih adalah orang yang hidupnya mengalir. Mereka percaya bahwa kekuatan dari luarlah yang menentukan nasib mereka.

Cokelat
Siapa sih yang tak suka cokelat? Rasa yang dihasilkannya membuat penikmatnya merasa melayang, karena cokelat menstimulasi pelepasan hormon serotonin. Pada dasarnya cokelat adalah antidepresan dalam bentuk snack yang secara naluri dicari tubuh ketika hormon bahagia ini berantakan dan perlu "dirapikan" kembali.

Bagaimana ciri penyuka cokelat? Mereka yang menggemari dark chocolate adalah orang yang menjadi pusat perhatian dalam kelompok, senang bersosialisasi, dan menyukai kerjasama dalam tim. Sedangkan yang menyukai cokelat putih adalah tipe yang tenang dan instrospektif. Mengisi waktu di sore hari yang menyenangkan adalah duduk di sudut yang nyaman sambil membaca buku.

Makanan pedas atau berbumbu tajam
Ketika Anda kesulitan menenangkan diri, tubuh menginginkan rasa yang tajam untuk membuat Anda berkeringat. Tampaknya berlawanan ya, tetapi hal ini dapat membantu menjelaskan mengapa makanan padang tetap populer meskipun udara sedang panas-panasnya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa orang ketagihan makanan pedas karena memacu detak jantung dan bernafas dengan cepat, demikian menurut Tammy Lakatos Shames, RD, penulis The Secret to Skinny. Anda yang menggemari makanan jenis ini biasanya tidak suka membuang-buang waktu, dan sering menginginkan hal-hal yang dijelaskan secara rinci.

Ingin ngemut permen
Hal ini lebih mirip ketika Anda menginginkan cokelat; ingin ngemut permen menunjukkan bahwa Anda berusaha mendongkrak mood Anda. Atau, bisa juga karena Anda merasa kekurangan energi. Tubuh lebih cepat menyerap gula halus dari berbagai jenis permen daripada jenis makanan lain, sehingga lebih cepat pula "bahan bakar" yang Anda dapatkan, demikian menurut Shames. Kesenangan pada gula juga menunjukkan sisi liar seseorang; mereka tergolong hedonis, senang menonjol dan merasa istimewa.

Makanan manis dan asin
Tubuh Anda memerlukan glukosa dan sodium untuk berfungsi secara semestinya, jadi ketika sel-sel tubuh menjadi lambat (dan Anda merasa lelah), Anda mencari donat berlapis cokelat untuk memenuhinya. Menurut data Hirsch, orang yang senang mencampur makanan manis dan asin (misalnya mencelup kerupuk ke dalam kecap manis) cenderung kreatif, namun penyendiri, sehingga terkesan angkuh.


Ngidam, Bentuk Tuntutan Perhatian pada Suami?


Ngidam, atau menginginkan sesuatu, adalah hal yang wajar dialami ibu hamil. Namun, benarkah ngidam ini merupakan keinginan dari si janin dan merupakan sebuah gejala medis yang dialami ibu hamil? Ternyata tidak. "Dalam dunia kedokteran, tidak ada istilah ngidam. Rasa ingin makan ataupun melakukan sesuatu sebenarnya juga tidak hanya dialami oleh ibu hamil saja," tukas dr Tri Yuniarti, SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dalam talkshow yang digelar oleh Tabloid Nakita di RS Yadika, Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (4/2/2012) lalu.

Hamil bukan kondisi yang umumnya mudah dilalui oleh para perempuan. Dengan kondisi hamil, perempuan bisa saja mengalami berbagai penyakit seperti sesak nafas, sulit bergerak, mual dan muntah, anemia, malnutrisi, sampai kaki yang membengkak. Kondisi ini tentunya membuat perempuan yang sedang hamil muda akan merasa tidak nyaman. Karenanya, perempuan meminta perhatian yang lebih dari suami untuk membuatnya merasa nyaman. Dengan melibatkan suami, perempuan ingin kehamilan menjadi momen yang menyenangkan untuk berdua, dan bukan hanya bagi perempuan itu sendiri. Kalau ada bagian yang kurang menyenangkan dari kehamilan tersebut, perempuan inginnya suami juga turut merasakan.

"Keadaan ini membuat ibu hamil memiliki perasaan yang lebih sensitif, dan meminta perhatian lebih dari suami. Hal ini berpengaruh pada psikologis si ibu hamil, sehingga akhirnya mereka ngidam dan minta macam-macam," ujar Yuni, sambil menambahkan, tak jarang ngidam merupakan alasan semata para ibu hamil untuk sekadar menguji perhatian sang suami saja.

Untuk mengatasi keinginan ngidam yang terlalu berlebihan, cobalah untuk selalu berpikir positif dalam setiap kondisi, agar kehamilan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. "Selain itu, para suami sebaiknya juga membantu istrinya yang sedang hamil dengan sedikit dukungan dan perhatian, sehingga istri tidak stres atau kekurangan gizi,"


Mengidam, Haruskah Dipenuhi?


SUDAH bukan rahasia lagi ya Bu-Pak, keinginan ibu hamil memang suka macam-macam. Mungkin di antara kita pernah mengalami hal tersebut ya? Bahkan, tak jarang keinginan itu tak masuk akal. Kita pun menyepakati bahwa hal tersebut wajar terjadi pada ibu hamil karena sedang masanya ngidam, begitu kan alasannya.

Menurut dr Judi Januadi Endjun, SpOG, sonologist, ngidam diartikan sebagai keinginan akan sesuatu, yang timbul secara tak terduga dan memiliki dorongan kuat untuk segera dipenuhi. "Umumnya keinginan itu menyangkut makanan dan minuman. Namun, bisa saja menyangkut sesuatu yang tak wajar dan dapat membahayakan ibu hamil. Misal, ngidam ingin makan tanah. Nah, sudah ketahuan kan bahayanya. Tanah dapat mengandung kuman-kuman penyakit (misal, toksoplasma) atau zat beracun (limbah atau insektisida). "Bila hal tersebut terjadi, jangan tunda lagi segera hubungi dokter."

PENYEBAB

Walau dunia kedokteran sudah berkembang pesat, penyebab ngidam tetap misteri. "Bisa saja karena tubuh kekurangan sejumlah nutrien atau zat gizi tertentu. Akibat kekurangan tersebut, otak akan mengeluarkan respons dan menimbulkan keinginan untuk mencukupi kekurangan zat gizi tersebut," papar Judi. Misal, bila wanita hamil kekurangan zat besi, maka bentuk ngidamnya dapat berupa keinginan makan makanan yang mengandung zat besi. "Namun bila kebutuhan zat gizinya terpenuhi, biasanya ngidamnya akan hilang."

Selain karena kekurangan nutrien tertentu, ngidam diduga keras terjadi karena ada perubahan kadar hormon pada wanita hamil. Keadaan ini sering terjadi bersamaan masa terjadinya mual dan muntah (emesis gravidarum) akibat hormon Human Chorionic Gonadothropine (HCG).

"HCG sedang tinggi-tingginya saat kehamilan 60 hari atau 2 bulan dan menurun dengan sendirinya setelah kehamilan 4 bulan ke atas. Makanya, saat itu mual-muntah akan hilang." Itu sebabnya, ngidam hanya bersifat sementara. Tapi, pada keadaan tertentu bisa saja berlangsung selama 9 bulan. "Biasanya terjadi karena ada masalah psikologi."

Tak hanya itu, perubahan emosi pun bisa menjadi pemicu ngidam. Gangguan emosi sering terjadi pada lingkungan rumah yang tak baik (kumuh), penghasilan rendah (sosial ekonomi rendah), atau emosi yang labil. Bukankah orang hamil butuh ketenangan, suasana yang nyaman, istirahat cukup, dan makan makanan yang dia perlukan? "Nah, suasana kumuh tak membuat ia nyaman, kemudian makanan yang ia perlukan juga bisa jadi kurang sehingga memicu timbulnya ngidam."

CARA MENGATASI

Bila ibu mengalaminya, tentu jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi jika hal-hal yang diinginkan di luar batas kewajaran atau bahkan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Cara terbaik mengatasi ngidam, terang Judi, dengan mengganti makan makanan lainnya agar ibu tak memakan yang itu-itu saja. "Ya, kalau ngidamnya makanan yang 4 sehat 5 sempurna sih tak masalah. Nah, kalau ngidamnya makanan yang tak bergizi, bagaimana ia bisa memenuhi zat gizi yang dibutuhkan bagi dirinya dan janin?" Misal, keinginan makan permen cokelat dapat diganti dengan minum susu cokelat. Yang penting makanan mengandung unsur-unsur seimbang (4 sehat 5 sempurna).

Cara kedua, tetaplah makan makanan yang diinginkan, tapi jumlahnya secara bertahap dikurangi. Misal, ingin makan es krim satu liter dapat diganti dengan satu cup kecil es krim. Dengan demikian, ibu tetap bisa memperoleh makanan yang diinginkannya, tapi juga tak mengabaikan makanan lain yang harus tetap dikonsumsinya untuk terpenuhinya zat-zat gizi. Sebaliknya, ibu jangan terlalu menolak/membatasi makanan tertentu karena bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi tertentu yang mungkin akan membahayakan ibu dan janin.

Tak kalah penting, kendalikan emosi. "Segera cari faktor penyebab dan atasi." Bila tak dapat diatasi sendiri, lakukan konsultasi untuk konseling atau psikoterapi. Sebab, semakin bermasalah faktor emosinya, biasanya semakin sering ngidam.

"Nah, kalau ia bisa mencukupi kebutuhan makanannya dengan baik, emosinya terkendali, lingkungan menerimanya, kehamilannya didukung oleh banyak pihak, dari suami hingga keluarga, maka biasanya ibu hamil tak mengalami ngidam,"


Ngidam Tak Selalu Harus Dituruti, Kok!"

Permintaan ibu yang mengidam harus dipenuhi, kalau tidak, nanti bayinya sering berliur," begitu nasihat yang sering dilontarkan kepada ibu hamil. Menurut dr Handrawan Nadesul, penulis Membesarkan Bayi jadi Anak Pintar, tak semua keinginan mengidam ibu itu perlu dipenuhi.

Dalam seminar kesehatan wanita, "Sekolah“ Menjadi Ibu, Sabtu, 18 Desember 2010 di The Park Residence, Kelapa Gading, Jakarta, dr Handrawan menjelaskan bahwa keinginan untuk mengidam adalah hal yang wajar terjadi pada ibu. "Keinginan untuk makan sesuatu yang khusus pada saat kehamilan bisa saja terjadi. Hal itu bisa mencerminkan sesuatu," terangnya.

Menurut dokter yang juga mengasuh rubrik konsultasi dalam tabloid Gaya Hidup Sehat ini, fenomena mengidam saat kehamilan bisa dibagi menjadi 2; cerminan kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh atau sebuah kondisi yang disebut pica.

Cerminan akan butuhnya suatu zat dalam tubuh bisa saja terjadi pada ibu hamil meski ia banyak makan. Makanan atau menu yang dikonsumsi setiap hari oleh ibu hamil jika tidak diperhatikan, diperhitungkan, dan dipersiapkan secara seksama, bisa saja masih kekurangan vitamin-vitamin yang dibutuhkan.

"Keinginan menggebu untuk makan suatu makanan tertentu yang spesifik yang dialami ibu hamil bisa jadi merupakan cerminan kebutuhan tubuh. Misalnya, ibu-ibu di Afrika yang sedang hamil seringkali makan tanah karena ada keinginan itu. Bukan karena ia suka, tetapi merupakan cerminan bahwa tubuhnya sedang kekurangan mineral. Dalam tanah, ada mineral. Atau, di Indonesia, keinginan untuk makan rujak cukup sering terjadi. Itu juga merupakan sebuah cerminan si ibu sedang butuh mineral. Ada pula ibu di daerah yang kurang gizi yang makan kapur, karena tubuhnya kekurangan kalsium," jelas dr Handrawan.

Tetapi perlu pula dibedakan ketika keinginan akan sesuatu yang sangat tidak relevan dengan kebutuhan tubuh, karena bisa jadi itu hanya sebuah kondisi psikologis yang disebut pica. Pica merupakan sebuah kondisi psikologis yang terjadi karena si ibu hamil merasa kurang diperhatikan oleh suami, sehingga timbul perasaan mirip mengidam, tetapi hal itu justru karena sebuah bentuk permintaan perhatian dari si wanita. "Saat si suami kerepotan mencoba memenuhi, si ibu hamil makin senang. Permintaannya bisa bermacam-macam, misal, ingin menjilat kepala orang Jepang yang botak. Kan, tidak relevan," seloroh dr Handrawan. Menurut dr Handrawan, mengenai ujar-ujar yang mengatakan bahwa jika keinginan dari ibu mengidam yang tak terpenuhi akan membuat si anak berliur banyak, tidak terbukti secara sains, dan itu hanya mitos.

Menurut dokter yang sudah mengisi beragam rubrik konsultasi kesehatan sejak tahun 70-an ini, yang terpenting untuk diperhatikan adalah kebutuhan gizi si ibu hamil terpenuhi dengan baik. Berikut pointer yang ia sampaikan:

* Hamil butuh pemenuhan gizi, seperti vitamin B6-B12, asam folat, mineral, jika tidak terpenuhi, bayi bisa cacat.

* Ibu hamil tidak boleh kekurangan vitamin dan mineral.

* Porsi makan ibu hamil ditambah sepertiga, bukan dua kali porsi normal.

* Berat badan hamil tua tidak lebih dari 12 kg.

* Belum tentu gizi tercukupi dari menu harian saja.

* Tak perlu pantang macam-macam. Supaya memastikan si bayi tercukupi segala kebutuhan nutrisinya, kecuali memang ada kondisi kesehatan yang mengharuskan pantang.


1 dari 4 Calon Ayah Ikutan "Ngidam"


Gejala mual dan muntah di awal masa kehamilan ternyata bukan hanya monopoli calon ibu. Sekitar 1 dari 4 calon ayah juga dilaporkan ikut mengalami gejala yang lazim disebut ngidam ini.

Fenomena calon ayah yang ngidam lebih banyak dialami oleh para pria yang terlibat secara penuh dalam kehamilan istrinya. Dalam suatu penelitian di terhadap 2.000 pria berusia 16-65 tahun diketahui, sebanyak 23 persen calon ayah mengalami perubahan emosi dan fisik yang selama ini lebih banyak dialami calon ibu di awal kehamilan.

Menurut penelitian yang digagas Pampers itu, selain ngidam makanan tertentu, para calon ayah juga menjadi lebih emosional, mengalami mood swings, dan mual-mual. Sekitar 26 persen calon ayah mengalami perubahan emosi, 10 persen mengaku ngidam makanan dan 6 persen pria ikut merasakan gejala mual dan muntah. Bahkan, 3 persen pria seolah-olah merasakan sakit kehamilan.

Para ahli mengatakan, fenomena ini terjadi karena para pria ikut merasakan fluktuasi emosi saat mengetahui istrinya hamil. Selain itu, para calon ayah masa kini juga lebih aktif mengantarkan istri memeriksakan kehamilan bahkan mengikuti kelas mengenai kesehatan kehamilan.

Hampir sepertiga pria mengakui sejak mengetahui istrinya hamil mereka jadi lebih emosional dan gampang menitikkan air mata saat menonton film yang menggugah emosi. Sementara itu 56 persen calon ayah mengaku ikut memiliki "naluri keibuan", yang antara lain ditandai dengan meningkatnya kebutuhan menjaga kebersihan rumah.

Prof Mary Steen, yang memimpin riset tersebut mengatakan, keterikatan emosi dengan pasangan selama kehamilan sangat membantu calon ibu melewati kehamilannya. "Hal ini akan membangun ikatan yang kuat dengan calon bayi,"


Ngidam Tak Dipenuhi, Bayi Bakal Ngiler?


Sudah bukan rahasia lagi, keinginan ibu hamil memang suka macam-macam. Mungkin di antara kita pun pernah mengalami hal tersebut, ya? Bahkan, tak jarang keinginan itu tak masuk akal. Misal, ingin menjitak kepala botak. Aduh!? Kita pun menyepakati bahwa hal tersebut wajar terjadi pada ibu hamil karena sedang masanya ngidam, begitu, kan, alasannya.

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, ngidam diartikan sebagai keinginan akan sesuatu, yang timbul secara tak terduga dan memiliki dorongan kuat untuk segera dipenuhi.

"Umumnya keinginan itu menyangkut makanan dan minuman. Namun bisa saja menyangkut sesuatu yang tak wajar dan dapat membahayakan ibu hamil." Misal, ngidam ingin makan tanah. Nah, sudah ketahuan, kan, apa bahayanya. Tanah dapat mengandung kuman-kuman penyakit (misal, toksoplasma) atau zat beracun (misal, limbah atau insektisida). "Bila hal tersebut terjadi, jangan tunda lagi segera hubungi dokter."

Penyebab

Walau dunia kedokteran sudah berkembang pesat, penyebab ngidam tetaplah misteri. "Bisa saja karena tubuh kekurangan sejumlah nutrien atau zat gizi tertentu. Akibat kekurangan tersebut, otak akan mengeluarkan respon dan menimbulkan keinginan untuk mencukupi kekurangan zat gizi tersebut," papar Judi. Misal, bila wanita hamil kekurangan zat besi, maka bentuk ngidamnya dapat berupa keinginan makan makanan yang mengandung zat besi. "Namun bila kebutuhan zat gizinya terpenuhi, biasanya ngidamnya akan hilang."

Selain karena kekurangan nutrien tertentu, ngidam diduga keras terjadi karena ada perubahan kadar hormon pada wanita hamil. Keadaan ini sering terjadi bersamaan masa terjadinya mual dan muntah (emesis gravidarum) akibat hormon Human Chorionic Gonadothropine (HCG).

"HCG sedang tinggi-tingginya saat kehamilan 60 hari atau 2 bulan dan menurun dengan sendirinya setelah kehamilan 4 bulan ke atas. Makanya, saat itu mual-muntah akan hilang." Itu sebabnya, ngidam hanya bersifat sementara. Tapi, pada keadaan tertentu, bisa saja berlangsung selama 9 bulan. "Biasanya terjadi karena ada masalah psikologi."

Penyebab berikutnya, karena kekurangan makanan terutama pada mereka yang melakukan program diet ketat dan tak terkontrol. Rangsang bau pun sering menjadi penyebab. Misal, bau roti bakar, cokelat, atau bensin. "Hal ini dimungkinkan karena perubahan hormon. Akibatnya indra penciuman jadi sensitif."

Tak hanya itu, perubahan emosi pun bisa menjadi pemicu ngidam. Gangguan emosi sering terjadi pada lingkungan rumah yang tak baik (kumuh), penghasilan rendah (sosial ekonomi rendah), atau emosi yang labil. Bukankah orang hamil butuh ketenangan, suasana yang nyaman, istirahat cukup, dan makan makanan yang dia perlukan? "Nah, suasana kumuh tak membuat ia nyaman, kemudian makanan yang ia perlukan juga bisa jadi kurang, sehingga memicu timbulnya ngidam."

Cara mengatasi

Bila ibu mengalaminya, tentu jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi jika hal-hal yang diinginkan di luar batas kewajaran atau bahkan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Cara terbaik mengatasi ngidam, terang Judi, dengan mengganti makan makanan lainnya agar ibu tak memakan yang itu-itu saja. "Ya, kalau ngidamnya makanan yang 4 sehat 5 sempurna, sih, tak masalah. Nah, kalau ngidamnya makanan yang tak bergizi, bagaimana ia bisa memenuhi zat gizi yang dibutuhkan bagi dirinya dan janin?" Misal, keinginan makan permen cokelat dapat diganti dengan minum susu cokelat. Yang penting makanan mengandung unsur-unsur seimbang (4 sehat 5 sempurna).

Cara kedua, tetaplah makan makanan yang diinginkan, tapi jumlahnya secara bertahap dikurangi. Misal, ingin makan es krim satu liter dapat diganti dengan satu cup kecil es krim. Dengan demikian, ibu tetap bisa memperoleh makanan yang diinginkannya, tapi juga tak mengabaikan makanan lain yang harus tetap dikonsumsinya untuk terpenuhinya zat-zat gizi. Sebaliknya, ibu jangan terlalu menolak/membatasi makanan tertentu karena bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi tertentu yang mungkin akan membahayakan ibu dan janin.

Tak kalah penting, kendalikan emosi. "Segera cari faktor penyebab dan atasi." Bila tak dapat diatasi sendiri, lakukan konsultasi untuk konseling atau psikoterapi. Sebab, semakin bermasalah faktor emosinya, biasanya semakin sering ngidam.

Tak perlu takut ngiler

Mitos bahwa ibu-ibu yang tak keturutan saat ngidam nanti bayinya akan ngiler, hal ini dibantah baik Enny maupun Judi. "Bayi, mana, sih, yang saat lahir tidak ngiler? Semua bayi, toh, akan ngiler," tukas Enny.

Tapi tentu tidak tepat jika keinginan ngidam selalu dikaitkan dengan bayi. "Bayinya tak apa-apa, kok, kecuali kalau memang ngidamnya karena kekurangan zat-zat tertentu dan zat-zat ini tak terpenuhi selama kehamilan, maka memang akan berdampak ke janinnya. Misal, janinnya mengalami malnutrisi," tutur Judi.

Jadi, Bu, tak usah takut, bayinya jadi ngiler, ya?


5 Kebiasaan Baru Ibu Hamil


Hamil adalah peristiwa bersejarah bagi kaum perempuan. Maka ketika kehamilan ini tiba, perempuan tak ragu merayakannya. Nyeri, mual, tegang, atau apapun, diterima dengan penuh rasa syukur. Tak jarang, pengalaman ini menciptakan beberapa kebiasaan baru yang unik. Beberapa di antaranya mungkin terjadi juga pada Anda.

Memajang foto USG atau tanda "positif" di test pack sebagai profile pic
Betapa bangganya seorang perempuan ketika menyadari dirinya hamil. Maka ketika kehamilan yang ditunggu-tunggu itu tiba, Anda sudah mulai mendokumentasikan sejarah hidup Anda ini. Foto test pack yang menunjukkan dua garis pun dipajang di Facebook atau Twitter. Beberapa minggu kemudian, ketika janin sudah mulai terlihat bentuknya, giliran foto-foto USG dipamerkan.

Meniru aksi Demi Moore di Vanity Fair
Demi Moore pernah tampil bugil dalam keadaan hamil tujuh bulan di sampul majalah Vanity Fair. Semenjak itu, banyak aktris lain yang meniru aksinya, di antaranya Monica Bellucci dan Britney Spears. Para perempuan saat ini menyadari bahwa hamil justru membuatnya merasa sangat seksi (meskipun orang yang melihatnya belum tentu merasa begitu), dan karenanya mereka juga ingin mendokumentasikan kehamilannya ini dalam bentuk foto.

Mengumumkan proses persalinan via jejaring sosial
Perempuan yang sedang menghadapi persalinan tentu sedang merasa kesakitan. Namun di tengah kesakitan dan kepanikan tersebut, Kimora Lee Simmons sempat-sempatnya mengirim tweet tentang detik-detik kelahiran putra ketiganya, akhir Mei 2009. Pukul 01.00 dini hari, muncul tweet-nya yang pertama: “It’s time!! No turning back! At hospital in labor right now!!” Dua jam kemudian, perempuan 34 tahun yang juga CEO Baby Phat ini meng-update lagi: “Having contractions now! Ooo-wee! It’s like WHOA!” Mungkinkah hal ini justru dilakukannya untuk melupakan rasa sakit?

Memajang foto si bayi di jejaring sosial
Dulu, untuk mengumumkan kelahiran anak pada teman-teman atau keluarga, orang biasa menggunakan SMS. Dengan adanya Facebook atau Twitter, kerabat dan keluarga tak hanya bisa mengetahui nama dan berat-tinggi badannya saja, tetapi juga parasnya. Anda dapat menjangkau lebih banyak orang dengan cara yang jauh lebih praktis.

Menyebut nama anak dengan "baby"
Sebutan si kecil tidak lagi cuma namanya sendiri, tapi ditambahi dengan kata "baby". Contohnya, meng-upload foto dengan menambahkan teks, "Lagi nemenin Baby Rei tidur..." Sebutan "mas" pun kini tidak hanya berlaku untuk suami atau teman pria yang lebih tua, tetapi juga untuk si kecil. Maka muncul kalimat seperti, "Mas Ali pinter banget tadi maemnya...." So cute!


Mengapa Ibu Hamil Perlu Ngemil Cokelat?


Ketika hamil, ada masanya Anda ingin ngemil melulu karena rasa lapar yang mendera. Jika masa ini terjadi, lupakan dulu mengonsumsi cemilan yang manis-manis atau gorengan. Anda bisa mencoba cokelat, khususnya dark chocolate (cokelat murni), yang telah mendapat persetujuan dari para pakar kesehatan dan ahli nutrisi karena manfaat kesehatannya.

Hasil penelitian Dr Elizabeth Triche dari Yale University, yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology, mengungkapkan bahwa cokelat dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan mood, dan mencegah terjadinya pre-eklamsia.

"Ibu hamil yang mengonsumsi cokelat secara teratur lebih dari tiga porsi seminggu, risiko terjadinya pre-eklamsia akan berkurang hingga 50 persen atau lebih. Asupan cokelat secara teratur selama trimester pertama atau trimester ketiga punya daya pelindung yang sama," demikian tulis penelitian tersebut.

Berikut manfaat cokelat untuk ibu hamil:
* Dark chocolate kaya akan theobromine, suatu senyawa yang menstimulasi jantung. Theobromine juga membantu mengendurkan otot-otot dan melebarkan pembuluh darah.
* Artikel dari Anthem BlueCross BlueShield tahun mengungkapkan, cokelat murni juga membantu mencegah pre-eklamsia, kondisi di mana tekanan darah ibu hamil melonjak selama kehamilannya. Kondisi ini menyebabkan kelebihan protein dikeluarkan melalui urin. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan cepat, bisa menyebabkan masalah yang serius untuk ibu hamil dan bayinya.
* Ibu hamil yang rutin mengonsumsi cokelat akan melahirkan bayi dengan theobromine berkonsentrasi tinggi pada darah tali pusatnya, demikian hasil penelitian Dr Elizabeth Triche dari Yale University yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology tahun 2008. Kemungkinan sang ibu mengalami pre-eklamsia juga sangat rendah.
* Theobromine selama ini juga digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh nadi, sehingga cokelat dinilai memiliki manfaat kesehatan untuk ibu hamil dengan tekanan darah tinggi.
* Kandungan lain pada cokelat adalah magnesium, yang berperan dalam menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah hipertensi. Cokelat murni diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 10 persen.
* Flavanoid, senyawa antioksidan, juga ditemukan pada cokelat. Menurut Mayo Clinic, antioksidan dapat menetralkan hasil sampingan racun yang disebut radikal bebas. Hasil buangan ini bisa terserap oleh tubuh karena paparan asap rokok atau pestisida. Radikal bebas bahkan diproduksi sebagai hasil buangan sel metabolisme di dalam tubuh kita. Nah, antioksidan bisa mencegah radikal bebas ini menemukan jalannya untuk kanker dan penyakit lain. Semakin pahit cokelatnya, semakin banyak kandungan flavonoid-nya.
* Cokelat juga membantu mengatur suasana hati, lho. Cokelat menstimulasi produksi endorfin di dalam otak, tulang belakang, dan bagian lain dari tubuh Anda. Peningkatan endorfin dapat memberikan rasa senang atau sejahtera. Endorfin, yang dikenal sebagai pereda sakit alami pada tubuh, bisa ditingkatkan produksinya dengan latihan jalan cepat setiap hari.
* Senyawa lain pada cokelat, yaitu serotonin, bertindak sebagai bahan antidepresi dan dapat meningkatkan suasana hati.
* Kandungan lemak tak tak jenuh tunggal yang disebut asam oleat, juga terdapat pada cokelat. Asam oleat, yang juga bisa ditemukan pada minyak zaitun dan ASI, membantu perkembangan otak bayi.

Jadi, Anda tak perlu ragu mengonsumsi cokelat selama kehamilan. Yang perlu diingat, pilih jenis cokelat murni atau cokelat pahit. Ibu hamil yang didiagnosa dengan diabetes gestasional (terjadi selama kehamilan) perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi cokelat.

Penelitian dari Yale University juga menyebutkan bahwa white chocolate atau cokelat susu tidak memiliki manfaat kesehatan yang sama. Sebab, kadar gulanya lebih tinggi, sementara flavonoid-nya lebih rendah. Terlalu banyak mengonsumsi cokelat susu akan menyebabkan kelebihan berat badan dan komplikasi lain selama kehamilan.



Ibu Hamil, Hindari Ngemil Keripik!

Ketika sedang hamil, para perempuan biasanya berusaha mengatur pola makannya lebih sehat. Ketika kelaparan dan ingin ngemil pun, sebaiknya pilih cemilan yang lebih sehat. Cemilan sejenis keripik pedas dan biskuit sebaiknya dihindari, karena menurut para peneliti dari Centre for Research in Environmental Epidemiolgoy (CREAL) di Barcelona, Spanyol, efek buruk cemilan seperti ini sama besarnya dengan jika ibu hamil merokok.

Ibu hamil dengan asupan senyawa kimia acrylamide yang tinggi (biasa ditemukan dalam makanan yang bertepung atau kopi) berpotensi menyimpan racun, sehingga cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan lingkar kepala yang lebih kecil (rata-rata 0,33 cm lebih kecil). Ukuran kepala bayi yang baru lahir ada kaitannya dengan perkembangan saraf bayi. Bayi dengan lingkar kepala yang lebih kecil akan berisiko mengalami penundaan perkembangan tubuhnya.

Bayi-bayi yang lahir dari para ibu yang memiliki asupan acrylamide yang tinggi cenderung memiliki berat badan 132 gram lebih ringan daripada bayi dari ibu yang asupan acrylamide-nya rendah. "Pengaruh acrylamide itu sebanding dengan pengaruh buruk rokok pada berat badan lahir bayi," papar Profesor John Wright dari Bradford Institure for Health Research yang menjadi partner dalam penelitian ini.

Berat badan lahir yang rendah selama ini juga kerap dihubungkan dengan sejumlah pengaruh kesehatan yang buruk pada awal masa kanak-kanak, seperti tubuh yang lebih pendek, meningkatnya insiden penyakit jantung, diabets, dan osteoporosis.

Penemuan ini didapatkan setelah peneliti menguji pola diet lebih dari 1.000 perempuan hamil di Denmark, Inggris, Yunani, Norwegia, dan Spanyol, antara 2006 dan 2010. Studi yang digelar di 20 pusat penelitian di penjuru Eropa tersebut juga menganalisa 14.000 anak yang lahir di kota Yorkshire, melalui program yang disebut "Born in Bradford".

"Bayi-bayi tersebut memiliki tingkat acrylamide tertinggi, hampir dua kali lipat level bayi di Denmark," ujar peneliti CREAL, Dr Marie Pedersen. "Ketika kami menginvestigasinya pola diet mereka, terlihat bahwa sumber acrylamide terbesar yang mereka asup berasal dari keripik."

Acrylamide adalah senyawa kimia yang bisa terbentuk dalam makanan bertepung melalui proses memasak dengan suhu tinggi (seperti dipanggang atau digoreng). Banyak makanan rumahan dan makanan olahan yang mengandung senyawa ini, antara lain keripik pedas, keripik kentang, biskuit manis, dan sereal yang diolah seperti biskuit gandum.

Senyawa ini bisa menyebabkan kanker pada binatang, dan belum ada bukti memberi pengaruh pada manusia. Meski begitu, efeknya yang merugikan pada kesehatan bayi baru lahir menyebabkan tim peneliti menyarankan ibu hamil untuk tidak terlalu sering ngemil keripik dan makanan lain yang tinggi acrylamide. Produsen makanan pun didorong untuk mengurangi kadar acrylamide pada produk-produk mereka.



Dampak Pola Makan Buruk pada Kehamilan dan Janin

Sepanjang sembilan bulan kehamilan, hanya ibulah sumber gizi bagi janin. Itulah sebabnya ibu perlu memerhatikan asupan gizi saat hamil. Kekurangan gizi dapat menimbulkan serangkaian dampak merugikan.

Dampak bagi kehamilan.
Ternyata, berbagai keluhan pada bumil seperti merasa lelah, mual, pegal, sembelit, varises, bahkan masalah di kulit, gigi atau gusi tidak hanya disebabkan faktor hormonal, tapi juga asupan gizi yang dikonsumsi bumil. Rasa lelah serta mual terjadi karena bumil kekurangan protein dan karbohidrat kompleks. Lalau, sembelit bisa terjadi karena bumil kurang asupan makanan berserat, varises bisa dialami lantaran asupan vitamin C kurang tercukupi. Kram kaki bisa terjadi karena minim mineral fosfor dan kalsium.

Dampak bagi janin.
Tentunya asupan gizi yang kurang dapat menghambat pertumbuhan janin. Sebab itu, bumil perlu memerhatikan kualitas maupun kuantitas asupan makanannya. Pada trimester pertama, jika bumil kekurangan gizi, bisa mengakibatkan kerusakan janin atau perkembangan janin yang tak sempurna. Ingat, di trimester awal ini, organ-organ tubuh janin sedang dalam masa perkembangan.

Kemudian, pada trimester kedua, organ janin terus berkembang dan hampir sempurna. Pada trimester terakhir, otak janin mengalami perkembangan paling pesat, terus berlanjut sampai lahir. Semua perkembangan itu membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Bila tidak, tumbuh kembang janin tidak akan optimal.

Dampak pada bayi.
Sebuah penelitian yang dilakukan di sekolah kesehatan masyarakat, Harvard menunjukkan, status kesehatan bayi pada saat lahir berhubungan erat dengan pola makan ibu selama kehamilan. Pada bumil yang dietnya tergolong baik, 95 persen bayi yang dilahirkan dengan kesehatan yang tergolong baik pula. Di pihak lain, hanya delapan persen dari ibu yang dietnya tergolong buruk (sebagian mengonsumsi jajanan tidak bergizi), mempunyai bayi dengan kesehatan yang tergolong baik, sementara 65 persen dari mereka memiliki bayi yang meninggal sebelum lahir, prematur, fungsi tubuhnya belum sempurna atau memiliki cacat lahir.

Terkait hal tersebut, bumil perlu menerapkan pola makan sehat. Bila sebelumnya ibu memiliki pola makan yang kurang sehat, segera ubah. Berbagai gangguan saat hamil yang dapat menyebabkan terganggunya pola makan sehat pun seharusnya diatasi. Terakhir, bangkitkan motivasi agar ibu senantiasa mengonsumsi makanan sehat. Ingatlah, asupan gizi yang baik selama hamil, tidak hanya menentukan tumbuh kembang janin di dalam rahim, tapi bahkan kehidupan anak di masa depan.


Mencegah Infeksi Selama Masa Nifas
Sangat penting menjaga kebersihan selama masa nifas (masa pembersihan dan pemulihan rahim). Tanpa kebersihan yang memadai, infeksi mudah terjadi. Berikut langkah-langkahnya:
* Selama masa kehamilan:
Supaya tidak terjadi infeksi pada masa nifas, saat hamil cegah jangan sampai terjadi anemia, malnutrisi, serta munculnya penyakit-penyakit yang diderita ibu. Sebaiknya juga tidak melakukan, mengurangi, atau melakukan dengan hati-hati hubungan seksual saat hamil tua karena bisa menyebabkan pecahnya ketuban dan menjadi jalan masuk kuman penyebab infeksi ke dalam jalan lahir.

* Waktu persalinan:
Dokter akan melakukan segala tindakan pertolongan persalinan dengan peralatan yang steril. Selain akan mencegah terjadinya perdarahan yang banyak, kalaupun terjadi, darah yang hilang akan diganti melalui transfusi darah.

* Masa nifas:
Luka-luka pascapersalinan harus dirawat dengan baik. Menjaga kebersihan pada bekas luka mutlak dilakukan. Alat-alat, pakaian, dan kain yang dikenakan ibu harus benar-benar dijaga kebersihannya. Hal lain yang juga harus diwaspadai selama masa nifas selain infeksi adalah terjadinya anemia. Bila ibu mengalami perdarahan yang sangat banyak, atau sudah terjadi anemia selama masa kehamilan, hal ini dikhawatirkan akan memengaruhi proses kontraksi pada rahim untuk kembali seperti semula. Ini terjadi karena darah tak cukup memberikan oksigen ke rahim. Bila anemia hanya ringan, maka untuk mengatasinya cukup dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. Namun bila kondisinya sangat parah, dokter akan melakukan transfusi darah.

Selain infeksi nifas, gangguan lain yang mungkin terjadi selama masa nifas adalah:

* Kelainan pada rahim.
Setelah melahirkan, rahim secara alami akan terus mengecil menuju ukuran semula. Kalau sesaat setelah melahirkan berat rahim sekitar 1.000 gr, maka 6 minggu kemudian akan mengecil menjadi 40-60 gr. Bila proses ini mengalami hambatan atau berlangsung kurang baik, maka gangguan itu disebut sub-involusi. Penyebabnya antara lain adanya infeksi (endometriosis), adanya bekuan-bekuan darah di rahim, dan sebagainya. Dokter akan memberikan pengobatan yang dianggap perlu. Bila terbukti masih ada sisa plasenta, dokter akan melakukan kuretase.

* Sindroma Sheehan.
Sindroma Sheehan adalah syok akibat perdarahan persalinan. Biasa terjadi bila ibu mengalami eklamsia. Pengobatan yang akan dilakukan dokter adalah dengan memberikan substitusi terapi hormonal.

* Gangguan pada payudara.
Gangguan lain yang juga terjadi selama masa nifas adalah keluhan payudara bengkak, keras, panas, dan nyeri. Bahkan pada beberapa kasus terjadi peradangan payudara yang disebabkan kuman Staphylococcus aureus yang masuk melalui luka pada puting atau peredaran darah. Gangguan ini disebut mastitis. Untuk mengurangi rasa sakit, ibu bisa mengompres payudara dan melakukan pengurutan ringan. Namun bila rasa sakit tak tertahan, segera ke dokter untuk mendapat pengananan berupa pemberian obat yang tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar