Selasa, 12 Maret 2013

INFO BABY

Menstimulasi Bayi untuk Tengkurap
Saat bayi sudah bisa tengkurap, orangtua akan merasa bangga. Kemampuan tengkurap diawali dengan kemampuan bayi mengangkat kepalanya dan berguling. Keterampilan ini mulai terlihat ketika bayi memasuki usia dua bulan.

Sebelum menstimulasi keterampilan tengkurap, cermati terlebih dahulu kemampuan bayi mengangkat kepalanya. Bantu bayi mengangkat kepala, caranya menggoyang-goyangkan mainan warna-warni yang berbunyi agar merangsang bayi untuk mengangkat kepala hingga lehernya kuat.

Bila lehernya sudah kuat dan ia mampu mengangkat kepalanya, rangsang bayi untuk berguling. Caranya silangkan paha bayi agar badannya ikut bergerak miring, sehingga memudahkan bayi berguling dan tengkurap.

Letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi, kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan untuk memancing kembali bayi berguling dan tengkurap.



Amankah Bayi Baru Lahir Tidur Tengkurap?
Aktivitas bayi yang baru lahir memang lebih banyak diisi dengan tidur karena tidur sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Kebanyakan bayi akan tertidur lebih nyenyak dalam posisi tengkurap, namun posisi ini masih jadi perdebatan.

Pendapat yang pro menyebutkan dalam posisi tidur tengkurap bayi akan lebih nyenyak, nyaman, serta gerak pernapasannya lebih baik. Tidur dengan posisi bertumpu pada perut ini juga dianggap membuat bayi serasa dalam dekapan ibunya.

Di lain pihak para ahli mengatakan sebaiknya bayi tidur dalam posisi telentang paling tidak sampai ia berusia 4 bulan. Mengapa? Sebuah penelitian mengungkapkan bayi yang tidur dalam posisi tengkurap lebih sering mengalami SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindroma kematian mendadak pada bayi. SIDS sendiri paling banyak dialami bayi berusia 2-4 bulan.

Mencegah terjadinya SIDS merupakan alasan utama dari para ahli agar bayi tidur dalam posisi terlentang atau miring. Sejak American Academy of Pediatrics mengampanyekan tidur telentang untuk bayi, angka SIDS memang turun hingga 50 persen.

Penelitian tahun 2003 yang dimuat dalam Archieves of Pediatrics and Adolescent Medicine juga menemukan manfaat lain dari tidur telentang, yakni menekan risiko infeksi telinga, demam dan gangguan pada hidung.



Awasi Bayi Saat Tidur Tengkurap
Awasi si kecil saat tidur dengan posisi apa pun, terutama tidur tengkurap. Bayi tidur tengkurap menimbulkan risiko, meski banyak juga sisi baiknya. Manfaat bayi tidur tengkurap di antaranya memiliki bentuk kepala yang lebih bagus. Risikonya, mayoritas kasus Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian di ranjang, berhubungan dengan posisi tidur tengkurap.

Meski hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab utama SIDS. Anda tetap perlu berhati-hati dan memantau posisi tidur bayi. Posisi tidur tengkurap memberikan tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit jalan napas.

"Posisi tidur tengkurap yang terlalu lama bisa menyebabkan SIDS," papar Dr I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, SpA, MARS dari RS Bunda Jakarta, dalam acara Coaching Clinic "Sirkulasi Udara yang Baik untuk Cegah SIDS" beberapa waktu lalu di Jakarta.

Boleh saja tidur tengkurap, kata dr Tiwi, namun perhatikan sejumlah hal berikut ini:

* Jangan biarkan bayi tengkurap terlalu lama saat tidur. Posisi tengkurap membuat bayi susah bernapas. Dua sampai tiga menit bayi tidak napas dan tidak diketahui orangtua, maka risiko fatal bisa terjadi.

* Pastikan kondisi di sekitarnya aman, tidak ada mainan atau benda yang berisiko membahayakan. Selain juga pastikan si bayi terawasi.

* Orangtua harus yakin bayi bisa memutar kepala dengan leluasa saat ia tidur dalam posisi tengkurap. Perhatikan juga kemampuan mobilisasi, apakah ia sudah mampu memutar kepalanya atau tidak. Jika bayi masih mengalami kesulitan, sebaiknya tidak ditidurkan dalam posisi tengkurap.



Manfaat Bayi Tidur Tengkurap
Tak perlu terlalu khawatir saat bayi tidur tengkurap. Justru tidur tengkurap bermanfaat untuk si kecil. Berikut beberapa manfaatnya.

* Membuat bayi tidur lebih nyaman, nyenyak, dan bisa mengurangi tangisnya.
* Gerak pernafasan dan perkembangan motoriknya lebih baik.
* Mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang. Ingat, tidur dengan satu posisi terus-menerus, seperti telentang atau miring bisa menyebabkan kepalanya gepeng. Karenanya, lebih baik bayi berganti-ganti posisi tidur, salah satunya dengan posisi terngkurap.
* Dengan mampunya si kecil tengkurap (bisa tengkurap sendiri) akan mempermudahnya dalam menapaki kemampuan motorik kasar selanjutnya seperti berguling, merangkak, berdiri hingga berjalan.

Meski begitu, ada yang perlu diperhatikan mengenai bayi tidur tengkurap:
Tidur tengkurap tidak disarankan untuk bayi prematur, karena fungsi organ tubuhnya belum matang. Pada bayi kecil atau belum bisa mengangkat kepala/tengkurap sendiri, selama tidur tengkurap ia harus selalu diawasi.



Tidur Lebih Nyaman dengan Tengkurap
Kekhawatiran akan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi membuat orangtua ragu menidurkan bayi kecilnya dalam posisi tengkurap. Sebenarnya, SIDS tak akan terjadi jika kondisi bayi selalu terpantau. Anda tak perlu ragu.

Dengan seringnya Si Kecil tengkurap, ia belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Sehingga kurang lebih di usia usia 4 bulan, kebanyakan bayi secara sadar telah mampu menopang kepala dan lehernya, serta mendorong badannya dengan menggunakan siku tangan.

Jika sudah menguasai kemampuan tersebut dengan baik, tidak lama dari itu kemampuan mengangkat tubuh ini meningkat; dia mulai bisa membalikkan badan, menggeser, dan akhirnya mampu menggulingkan badan. Saat dalam posisi telentang, dia pun mampu tengkurap sendiri.

Tidur pun lebih nyaman
Betapa pentingnya tengkurap telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya, penelitian yang dilakukan oleh Klinik Wichita, di Newton, Amerika Serikat, yang kemudian dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Penelitian ini membuktikan, bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berguling di usia 4 bulan daripada bayi yang tidur telungkup.

Hal yang sama diakui oleh Glenn Doman (seorang pakar perkembangan otak anak). Menurutnya, untuk mempermudah bayi bergerak, maka bayi harus diletakkan di lantai -tentu saja yang bersih dan aman- dalam posisi tengkurap agar dia bisa menghabiskan waktunya sebanyak mungkin menggerakkan tangan dan kakinya untuk bergerak maju. Doman meyakinkan, sangat tidak mungkin bayi bergerak jika diletakkan telentang. Ibarat seekor kura-kura yang diletakkan dalam posisi terbalik.

Selain baik bagi perkembangannya, tengkurap juga membuat tidur bayi lebih nyaman dan nyenyak, hingga bisa mengurangi tangisnya. Tentu saja harus dengan pengawasan yang seksama ketika bayi tidur tengkurap. Manfaat lain dari tidur tengkurap adalah mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang. Ingat, tidur dengan satu posisi terus-menerus, seperti telentang atau miring, menyebabkan kepala bayi gepeng. Karenanya, akan lebih baik jika bayi berganti-ganti posisi tidurnya, salah satunya posisi tidur tengkurap.

Selanjutnya, dengan mampunya Si Kecil tengkurap sendiri, akan mempermudahnya dalam menapaki kemampuan motorik kasar selanjutnya, yaitu berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Sebab itu, setiap hari bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk tengkurap sekitar 30 menit. Bisa melakukannya langsung atau bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kesempatan. Hanya saja, untuk bayi prematur, posisi tidur tengkurap tidak disarankan, terkait dengan fungsi organ tubuhnya yang belum matang.



^_^SALAM^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar