Rabu, 13 Maret 2013

8 Tanda Anda Siap Punya Anak



Tanda Anda Sedang Subur

Anda tergolong pekerja yang sibuk, begitu pula dengan suami. Sementara, Anda juga sudah lama mendambakan kehadiran si buah hati. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa tubuh Anda sudah siap menghadapi kehamilan? Berikut beberapa tanda yang bisa dijadikan pegangan.

Sensitif dengan bau
Membuang sampah saja sudah membuat Anda mual. Bisa jadi ini pertanda Anda sedang subur. Karena menurut American Pregnancy Association, meningkatnya indera penciuman bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang berovulasi. Jangan lupa, masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk berhubungan intim (jika Anda sedang merencanakan kehamilan).

Anda tak bisa berhenti menatap cermin
"Hari ini aku kok kelihatan lebih cantik, ya?" begitu mungkin kata Anda dalam hati. Ketika Anda berovulasi, Anda memang cenderung merasa lebih seksi, dan pasangan pun tampak lebih terpikat pada Anda. Beberapa tanda fisik bahwa Anda sedang berovulasi adalah bibir yang lebih penuh, pupil yang melebar, dan kulit yang lebih lembut.

Anda banyak makan sayuran
Agar tubuh siap menghadapi pembuahan, Anda tentu harus makan dengan sehat. Dan mengonsumsi buah dan sayuran, ternyata mampu meningkatkan kesuburan Anda. Bayam, misalnya, dipercaya dapat meningkatkan kesuburan. Sayuran berdaun hijau ini kaya akan vitamin A, C, serta asam folat. Sayuran favorit Popeye ini juga mempunyai efek antioksidan yang kuat, sehingga digolongkan ke dalam makanan untuk mencegah efek penuaan.

Tidak overweight atau underweight
Overweight tidak baik untuk kesehatan, namun underweight pun sama saja. Keduanya dapat memengaruhi terjadinya pembuahan. Perempuan yang beratnya di bawah rata-rata juga akan kesulitan mengalami pembuahan, bahkan butuh waktu empat kali lebih lama. Sedangkan jika Anda kelebihan berat badan, Anda bisa saja mengalami kesulitan menstruasi karena resistensi insulin. Bila Anda underweight, konsumsi lebih banyak cemilan sehat, olahraga untuk meningkatkan otot, dan minum jus dan susu. Sedangkan jika Anda overweight, pilih diet yang realistis dengan cukup nutrisi, serta berolahraga dan banyak minum air putih.

Anda tidak mengonsumsi kafein atau wine
Pengaruh kafein pada kesuburan memang masih diperdebatkan, namun ada baiknya Anda membatasi konsumsi Anda sekitar 300 mg saja sehari. Itu setara dengan dua cangkir kecil kopi. Bila Anda terlalu banyak minum alkohol, kemungkinan siklus menstruasi Anda juga tidak teratur, dan menyebabkan perubahan kadar estrogen dan progesteron. Boleh-boleh saja sih, minum alkohol. Tetapi pastikan jumlahnya tidak berlebihan.

Anda tidak merokok
Berbagai studi menunjukkan bahwa merokok bisa mengacaukan sistem reproduksi Anda. Kebiasaan buruk tersebut juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau kehamilan etopik. Mudah saja mengatasinya bila Anda ingin segera hamil: hentikan saja kebiasaan merokok tersebut.

Agar Hamil, Tentukan Waktu Terbaik untuk Pembuahan

Ketika Anda sedang mengikuti program kehamilan, dokter biasanya akan menentukan tanggal-tanggal ”keramat” untuk berhubungan seks. Tanggal-tanggal ini berada dalam masa subur Anda.

Anda hanya memiliki enam hari tersubur dalam sebulan untuk melakukan pembuahan. Pada saat itu terjadi ovulasi, yaitu ketika sel telur yang telah matang dilepaskan dari rahim, menuju tuba falopi untuk dibuahi. Pada tahap ini, sperma (yang dapat bertahan lebih dari 100 jam) harus berada di bagian atas dari tuba falopi atau saluran telur ketika telur dilepaskan dari ovarium.

Masalahnya, kadang sulit mengetahui kapan tepatnya kita berovulasi. Perempuan umumnya memiliki siklus menstruasi 26-32 hari. Jika siklus menstruasi Anda 28 hari, biasanya Anda akan berovulasi pada hari ke-14. Namun, jika siklus menstruasi Anda tepat 28 hari setiap bulan pun, ovulasi belum tentu terjadi pada waktu yang sama setiap siklusnya.

”Akan membantu apabila Anda memerhatikan gejala ovulasi, yang di antaranya ditandai dengan perubahan pada lendir serviks yang lebih bening,” ujar Paula Hillard, MD, profesor bidang obstetri dan ginekologi di Stanford University School of Medicine di Palo Alto, California. Tanda lain dari ovulasi adalah rasa nyeri di satu sisi dan saat inilah Anda harus fokus berhubungan seks.

Pembuahan lebih mungkin terjadi ketika intercourse dilakukan sebelum masa ovulasi, bukan sesudahnya. Strategi terbaik untuk memungkinkan terjadinya pembuahan adalah berhubungan seks setidaknya setiap dua hari sekali selama masa subur. Biasanya Anda akan diminta berhubungan setiap dua hari sekali, dari hari ke-8 (setelah mens hari pertama) hingga hari ke-19 dari siklus Anda.

Agar Seks Lebih Memungkinkan Kehamilan

Selain memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa subur Anda untuk melakukan hubungan seks, Anda juga perlu mempertimbangkan hal-hal lain agar peluang kehamilan segera terjadi. Berikut saran dari Dr Donnica Moore, penulis buku Women's Health for Life dan juru bicara The Whittemore Peterson Institute agar aktivitas seks Anda lebih produktif:

1. Posisi klasik atau missionary menurutnya paling memberi peluang bagi perempuan untuk hamil.
2. Jangan menggunakan pelumas buatan selama berhubungan seks, karena cairan ini bisa membunuh sperma. Jika vagina masih kering, lakukan foreplay lebih dulu dengan santai.
3. Jika Anda bercinta setiap hari selama masa subur, peluang kehamilan akan meningkat menjadi 25 persen. Jika Anda berhubungan intim setiap dua hari, peluangnya 22 persen. Sedangkan jika Anda berhubungan hanya sekali seminggu, peluang kehamilan menurun menjadi 10 persen. Ini semua dengan catatan, kondisi sperma pasangan Anda sangat baik.
4. Pria sebaiknya berejakulasi sedikitnya satu kali setiap hari, meskipun dengan cara masturbasi. Menurut sebuah studi, hal ini akan membuat spermanya tidak rusak karena cenderung lebih segar. Ini pun hanya berlaku bila sperma suami masih baik.
5. Bila Anda baru berhubungan seks setelah Anda berovulasi, kehamilan akan sulit terjadi. Menurut penelitian, pasangan yang hamil biasanya bercinta pada hari saat terjadinya ovulasi, atau lima hari menjelang ovulasi.
6. Jangan menunda hubungan seks hingga hari terakhir masa subur Anda. Bercinta lah secara teratur sepanjang masa subur untuk membantu Anda mendapatkan periode paling subur.
7. Jangan membasuh vagina setelah berhubungan seks. Anda akan menghilangkan cairan serviks yang dibutuhkan sperma untuk mengantarnya ke rahim.

8 Tanda Anda Siap Punya Anak

Mempunyai anak akan mengubah seluruh hidup Anda, dan Anda harus siap dengan perubahan itu. Namun benarkah banyak perempuan yang menunda momongan karena belum siap mempunyai anak? Benarkah hal itu disebabkan Anda tidak tertarik mempunyai anak? Wow... Anda sendiri ternyata tidak mampu mengenali keinginan Anda sendiri. Oleh karena itu, simak tanda-tanda bahwa Anda sebenarnya menyimpan hasrat memiliki anak, dan siap melakukannya:


1. Usai jam kantor, Anda memilih pulang ketimbang hangout bersama teman-teman

Jangan merasa hidup Anda membosankan hanya karena Anda tak lagi tergerak untuk menghabiskan malam di kafe atau kelab malam. Anda merasa lebih nyaman menyiapkan makan malam untuk suami, lalu duduk-duduk di sofa menonton TV bersama. Setelah itu, dilanjutkan ngobrol intens di tempat tidur. Dengan gaya hidup seperti ini, tandanya Anda siap punya anak.


2. Anda memimpikan bayi

Anda bermimpi berjalan-jalan sambil membopong bayi, atau menggandeng tangan batita sambil mendorongnya untuk menyapa teman-temannya. Bahkan ketika pikiran sadar Anda mengatakan "Aku belum ingin punya anak", alam bawah sadar Anda sudah melayang ke toko perlengkapan bayi sambil mendorong trolley belanjaan. Alam bawah sadar inilah yang mengungkapkan keinginan kita yang sebenarnya.


3. Ketika melihat teman membawa bayinya, Anda meluangkan waktu untuk berinteraksi

Anak-anak tak selamanya berada dalam kondisi sempurna. Seringkali mereka terlihat beringus, atau tangannya kotor penuh minyak dari makanan. Namun Anda tetap memandangnya sebagai anak yang lucu. Anda juga mampu berbicara secara natural pada anak-anak, dan seringkali bersukarela menawarkan untuk mengasuh anak ketika teman atau kakak Anda harus bepergian.


4. Kamar samping di rumah Anda terlihat kosong dan hampa

Anda membayangkan, alangkah nyamannya bila dindingnya diberi wallpaper bergambar kupu-kupu dengan warna kuning yang lembut, atau diberi perabotan mungil untuk anak-anak. Anda merasa kamar cadangan ini seharusnya tidak sekadar menjadi tempat untuk menimbun jemuran yang sudah kering dan siap disetrika.


5. Anda sudah menyiapkan nama anak meski belum hamil

Banyak perempuan yang terinspirasi dari kisah-kisah film, dan memilih nama untuk calon anaknya kelak. "Aku ingin anakku besok bernama Annisa." Atau, "Dari dulu aku ingin nama yang androgini, seperti Kayla. Lalu Anda memberitahukan hal itu pada semua teman Anda, supaya mereka tidak ikut-ikutan memakai nama itu untuk anak mereka.


6. Anda mulai mengurangi rokok, kafein, atau alkohol

Perempuan yang merencanakan kehamilan selalu diminta untuk mengatur pola makannya. Kafein dan rokok juga termasuk makanan atau kebiasaan yang perlu dikurangi, dan Anda dengan sukarela melakukannya.


7. Anda berdua sering ngobrol soal keponakan atau anak teman

Anda dan pasangan sering membahas soal anak, bahkan bagaimana pola didiknya kelak, namun tidak ada satupun dari Anda yang menyatakan tak menginginkan bayi. Anda merasa bahwa mempunyai anak adalah keputusan berdua, yang dilakukan untuk melengkapi kebahagiaan Anda sebagai keluarga. Membuat keputusan untuk mempunyai anak bisa menjadi sulit, tetapi begitu Anda hamil, perasaan Anda berbunga-bunga. Luar biasa!


8. Anda mampir ke counter pakaian anak-anak, dan membeli beberapa item. Siapa tahu nanti bisa untuk kado

Ibu-ibu biasanya paling tidak tahan melihat baju anak yang lucu-lucu. Bahkan, mereka rela mengurangi pengeluaran untuk pribadi asal bisa membeli sesuatu untuk anak. Jika Anda berpikir untuk membeli pakaian anak dan ingin menghadiahkannya pada keponakan, jelaslah bahwa Anda memang sudah siap mempunyai anak.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar